<=baca dari awal
Hari senin adalah hari termalas buatku. kenapa tidak?? setiap senin harus mengikuti upacara penaikan bendera. pokoknya panas, sesak, lelah serta bau bau 'aneh' langsung menyerang diriku. aku berpikir mengapa harus ada kegiatan ga penting begini.
#jangan_ditiru!!
masih jam 06.11. aku segera berlari kekamar kecil. tentunya untuk mandi. udah lama aku ga mandi sepagi ini. aku juga ga tahan dengan airnya yang sangat dingin. rasanya...
brrr....
dingin sangat!! gilak!! aku langsung keluar dari bathtub dan memakai kembali baju yang kulepaskan tadi. aku berlari keluar menuju dapur.
"bi... ada air panasnya ga??" tanyaku kepada bik sum setelah berada di dapur.
"Kebetulan den... ibu juga tadi menyuru bibi buat air panas. katanya aden takut dingin."
aku tersenyum mendengar perkataan bik sum. aku sebenarnya ga takut dingin. tapi malas dingin.
"ini den air panasnya."
"terima kasih bik."
"sama sama."
aku menerima termos yang berisi air panas dan segera berlari masuk kembali ke kamar kecil lalu mencurahkan semua isi termos tersebut kedalam bathtub.
ha.... airnya mengeluarkan asap hangat.
tanpa ragu aku masuk dan menceburkan diri kedalam bathtub.
hm... rasanya adam, hangat dan nyaman. enak buanget!!
"astaga!! aku 'kan hari ini harus mengantarkan Fakhrul kesekolahku. hampir aja lupa!!"
dengan cepatnya aku melaksanakan kegiatan bersih bersih, pakai seragam dan tentunya sarapan pagi.
hm,,, aku kemarin pas dirumahnya Fakhrul dimintai mamanya untuk menemaninya kesekolah. bahkan mengawasi dan melindunginya. berasa jadi satpam deh. untungnya mereka mengenalku. mereka bahkan sangat suka padaku kalau aku dan Fakhrul bersahabat kembali. ternyata mereka tetap sama seperti yang dulu, baik.
###
'tok... tok... tok!!'
sertinya seseorang mengetuk pintu rumahku. ah mungkin aja itu adalah Fakhrul.
"ma... aku pergi dulu ya?" kataku kepada ibu setelah selesai menghabiskan sarapan.
"iya,, hati hati. jangan ngebut dijalan ya?"
"baik ma."
aku membuka pintu dan benar saja itu memang Fakhrul.
ia tersenyum manis kearahku. akupun demikian. aku menatapnya, hm... sangat imut!! ah apa ya?? penampilan dan imutnya melebihi cewek cewek tercantik disekolahku. pasti banyak yang tertarik padanya. aku tetap menatapnya dari ujung kaki sampai ujung rambut. aku melihat wajahnya memerah kaya tomat. hm,, makin tambah imut. pingin kupeluk dan kucium dirinya!!
eh!! pikir apa sih aku ini!! woi sadar! aku masih normal.
"kak??"
.
.
.
"kak!!"
"eh iya!!" aku terlonjak kaget.
"kenapa bengong?"
"ga papa. yuk kita berangkat."
ia akhirnya mengangguk dan mengikutiku ke arah bagasi rumah untuk mengambil motor merah kebanggaanku. eh ada yang aneh!!
"kau tak bawa apa apa? mana mobilmu."
"mobil? buat apa?"
"yah buat berangkat kesekolah."
"ibuku melarangnya. kata ibuku mending ikut Akhril aja. lagian aku ga tau jalan kesekolah."
"oh gitu,,, yaudah naik gih. keburu telat."
ia lalu bergerak kearahku. tepatnya kearah belakang motorku lalu duduk disadel belakang.
"udah... kemon...!!"
aku melajukan motorku secara perlahan keluar dari halaman rumahku.
"pegangan yang kuat ya?"
"emang ada apa?"
"pokoknya pegang yang kuat aja. peluk aja pinggangku."
aku melihat raut kebingungan terpancar jelas dari wajahnya namun akhirnya tangannya dilingkarkan dipinggangku. aku tersenyum melihatnya. entah kenapa aku suka melihat wajahnya. mungkin suka dalam artian sebagai sahabat. sama seperti Nita sahabat cewekku. ingat ya? sahabat cewekku.
'brrrmmm!!'
aku menarik gas motor secara mendadak.
"aaaaakh!!"
Fakhrul berteriak keras karena terkejut. begitu juga tangannya yang makin erat memegang pinggangku.
"kak!! kenapa motornya dilajuin??" teriaknya mengalahkan deru angin. aku membalasnya tak kalah kerasnya.
"biar lebih cepat sampai disekolah."
"hati hati."
"tenang aja."
tak ada lagi pertanyaan yang keluar dari bibirnya. ia merapatkan badannya ke belakangku dan kurasakan wajahnya memempel di dekat leherku. mungkin saja ia kedinginan, sama sepertiku. sekitar 5 menit kemudian, akhirnya motorku telah sampai di gerbang sekolah.
###
baca selanjutnya=>
Tidak ada komentar:
Posting Komentar