<=baca dari awal
hm.... betul juga prakiraanku. selama perjalanan, kami tak luput dari tatapan kagum dari setiap orang yang kami lewati. berasa artis dadakan. ah... mungkin mereka kagum sama apa yang mereka lihat sekarang. seorang pemuda tampan dan seorang pemuda imut yaitu aku dan Fakhrul.
#narsis
#pd_akut
"hei... lihat mereka pada lihat kita Rul." kataku pada Fakhrul.
"iya nih kak, aku agak risih dipandang begitu."
"tenang aja. cuek aja. mungkin mereka kagum sama ketampanan kita"
"hahaha... kakak ada ada aja. masa sih?"
"lihat aja, banyak cewe cewe yang sedaritadi melirik kearah kita sambil berbisik bisik ga jelas. ya kan?"
"mungkin aja. tapi aku tetap agak risih."
"cuek aja. kaya aku. pokoknya anggap aja mereka fansmu. ok?"
ia mengangguk namun ada raut keraguan. tapi akhirnya ia mencobanya walaupun ia terlihat rada gugup. pasti dia lama lama jadi terbiasa.
"eh Rul!! udah tau kelasmu dimana.?" tanyaku.
"belum kak."
"tapi udah diurus sama mamaku." lanjutnya.
"tapi kayaknya kalau ga salah kata mamaku aku kelas XI-A." lanjutnya lagi.
"wah kalau begitu kita sekelas!! aku juga kelas XI-A. yuk!! sebelum ada yang mendapat kursi dan bangku dibagian depan."
ia menurut saja. karena ini tahun ajaran baru, maka udah pasti akan ada perebutan kursi. selama perjalanan tangannya tak luput dari peganganku. ia nurut nurut aja.
"nah! ini kelas kita." kataku setelah berada tepat didepan pintu kelas.
"eh Akhril!! sini! ambil kursi dekatku aja!"
suara perempuan langsung menyeruak dalam gendang telingaku. ah aku mengenal pemilik suara itu. Nita!! sahabat perempuanku sejak SMP.
"Nit,, kamu juga kelas XI-A??" tanyaku pada nita dgn nada takjub.
"yup!! aku ga nyangka kita tetap sekelas."
"yoi!! mungkin udah takdir kali."
ia tersenyum kearahku lalu pandangannya berhenti kepada Fakhrul yang berada dibelakangku. ah iya lupa!! ia pasti ingin tahu siapa orang dibelakangku ini.
"perkenalkan Nit, ini Fakhrul sahabat semasa aku SD."
Nita bangkit dari bangkunya dan mendekat kearahku. tepatnya kearah Fakhrul.
"aku Nita. sahabatnya Akhril." kenalnya setelah berada tepat dihadapan Fakhrul. ia lalu mengulurkan tangannya kearah Fakhrul dan dengan cepat Fakhrul membalasnya sehingga terciptalah sebuah jabatan tangan.
"kamu laki laki atau perempuan?" tanyanya bingung pada Fakhrul.
"aku laki kok. kenapa?"
"ya ampuun!! aku kira kamu perempuan. maaf."
"tak apa apa kok. banyak juga orang yang mengira wajahku begitu."
ia menatap Fakhrul dengan tatapan takjub dan tak percaya. mungkin ia sama sepertiku saat pertama kali melihat Fakhrul. pasti ia kira Fakhrul adalah seorang perempuan. kalau dilihat dari wajahnya yang putih bersih, manis, imut, innocent dan mempunyai bibir dan senyum yang menawan.
"hu'um!! uhug uhug uhug!"
aku berpura pura batuk untuk menyadarkan Nita dari aktivitasnya. buru buru Nita melepaskan jabatan tangannya setelah ia tersadar. ia tersenyum kearah Fakhrul.
"aku iri padamu. kamu lebih cantik dariku." kata Nita kepada Fakhrul.
Nita lalu mencubit pipi imutnya Fakhrul secara gemas lalu melepaskannya. terlihat ada tanda bekas cubitan diwajah Fakhrul.
"senang berteman denganmu." kata Nita lalu segera berbalik kebangkunya.
"dia akan menjadi sahabat kita." bisiknya padaku sambil tersenyum.
"cepat ambil tempat kalian sebelum diambil orang." kata Nita menyugesti kami.
"kita duduk berdekatan aja." lanjutnya.
aku dan Fakhrul segera mengikuti sugesti Nita. aku duduk disamping kanan Fakhrul sedangkan Nita tepat berada didepan kami. untuk mengusir rasa bosan, kami bertiga terlibat obrolan yang menyangkut kegiatan libur diakhir semester hingga waktu tak terasa kelas telah ramai terisi oleh penghuni kelas yang akan menjadi teman sekelas kita selama setahun kedepan. bel dibunyikan tanda upacara. wah,,, pembina upacaranya adalah pak kepala sekolah sendiri. pasti lama banget nih ia berbicara. jadi lama juga kita berdiri dipanasnya terik matahari. untungnya ada 2 sahabatku yang bisa diajak ngobrol dibarisan. tak peduli dgn komat kamit mantra yang disampaikan pak kepsek.
#jangan_ditiru!
###
Tidak ada komentar:
Posting Komentar