Selasa, 18 November 2014







































Layanan Gratis鈩� | Free SMS ALL Operator

























Layanan Gratis鈩� | Free SMS ALL Operator












Fb OWNER


SMS ONLINE | MELAYANI SMS GRATIS DARI ANDA UNTUK SIAPA SAJA











Selasa, 29 Juli 2014

Cinta Yang Terlambat | halaman 13

<=baca dari awal
tapi takutnya kalau aku tulis semuanya mungkin cerita ini hanya akan habis oleh pendeskripsian kamar ini. foto keluarga, lukisan, poster pokoknya lengkap deh. kamarnya juga tak kalah luasnya dgn kamarku.
"bisa aku tinggal dulu? aku mau mandi." katanya mengagetkanku dari meneliti isi ruangan ini. "tak apa apa kok."
aku menjatuhkan pantatku ke ranjangnya dgn kaki menjuntai kelantai.
"kalau ga bosan, kau bisa browsing di komputerku itu." katanya sambil menunjuk kearah yang dimaksud.
"aku mandi dulu ya?" lanjutnya. ia kemudian masuk kekamar kecil. aku kembali melanjutkan penelitianku terhadap ruangan ini. akhirnya aku bosan juga. aku jadi ngantuk. hawa hawa dikamar ini sangat adem. aku membaringkan tubuhku keranjangnya tetap dgn posisi kaki menjuntai. bisa bisa aku terlelap disini. maklumlah, aku siang tadi susah tidur entah kenapa. aku mengeluarkan smartfrenku lalu memasang earphone dan kusumbatkan ketelingaku. aku memutar lagu classic kesukaanku. lagunya lagu instrument piano yang dibarengi dgn konser orchestra. lagu ini enak banget didengar. lagunya mendayu dayu ditelinga dan cocok untuk pengantar tidur. judul musiknya adalah Concerto For Piano Ft Orchestra No 1 In E Minor karya F Shopen (F Chopin) kalau ga percaya, download aja. #hehehehe karena lagu itu mendayu dayu ditelingaku ditambah lagi dgn lagu itu khusus buat pengantar tidur, akhirnya aku terlelap dikamar kak Akhril.

###

AKHRIL POV

aku baru aja selesai mandi. rasanya sangat segar. hm... wangi sabun dibadanku. ga ada lagi bau keringat. aku keluar dari kamar mandi dan melihat Fakhrul tergeletak tidur di ranjangku dgn lelapnya. mungkin ia tadi siang tak sempat tidur, sama sepertiku. kulangkahkan kakiku menuju kearah lemari pakaian dan mengambil baju santai berwarna merah maron dan celana boxer selutut. tak kurang dari semenit pakaian itu telah melekat di tubuhku. entah kenapa aku tersenyum saat melihat wajah Fakhrul yang damai. wajah putih polos alami mampu memberi kesan kagum bagi yang memandanginya. begitupun aku. aku melihat posisi tidurnya. mungkin ia tak nyaman dgn posisi kaki menjuntai kelantai saat tidur, begitu juga aku. aku mendekat kearahnya dan dengan perlahannya, aku mengangkat tubuhnya yang terbilang mungil itu ke posisi yang nyaman, seperti posisi yang biasa orang buat yaitu tidur searah dgn ranjang. kemudian aku melepaskan earphone yang disumbatkan ketelinganya dan mematikan pemutaran lagu yang sedang berlangsung. aku melihat judul lagu yang tertera dilayar smartfrennya. F SHOPEN ah, F Shopen atau F Chopin itu 'kan pianist terkenal? kalau ga salah saat berumur 8 tahun ia sudah berhasil melakukan konser pianonya. permainan atraktif tanpa kesalahan yang dipertunjukkannya mampu mengguncangkan dunia. bahkan ia tercatat sebagai pianist terhebat sepanjang masa. banyak karya karyanya yang sudah melegenda. salah satunya adalah judul yang baru aja kumatikan di hpnya, Fakhrul. aku ikut rebahan disampingnya. ia menggeliat kecil lalu menghadapku. wajahnya yang baby face sangat dekat dgn wajahku. DEG!!! kenapa aku ini?? mengapa jantungku berdebar debar ah berdetak sangat cepat dalam posisi ini?? apa aku udah abnormal?? tak mungkin, aku kan masih 'lurus'?? terus?? ada apa dgn diriku?? mungkinkah aku hanya kagum aja padanya. tak lebih. aku memberanikan menatap kembali wajahnya. darahku mendesir dgn hebatnya. tapi perasaan aneh lagi tiba tiba hinggap didadaku. aku yakin ini bukan perasaan kagum belaka. terus apa? cinta?? ah tak mungkin. aku masih normal 'kan? ia tiba tiba menggeliat lagi, wajahnya kali ini disembunyikan ke dadaku. aku tersenyum kaku melihat cara tidurnya yang menggemaskan. tanpa ragu, aku menarik tubuhnya kedalam pelukanku. kali ini aku tak bisa berkompromi dgn kantuk. kantuk menyerangku dgn ganasnya sehingga mau tak mau aku terlelap dgn hebat. ### FAKHRUL POV drrt... drrt... drrt... mau tak mau aku membuka mata setelah mendengar bunyi getaran hpku yang terletak disamping kiri kepalaku. eh! bukannya hp itu terletak diatas perutku? ah, mungkin aja sewaktu tidur kak Akhril melepaskannya.

Cinta Yang Terlambat | halaman 12

<=baca dari awal

FAKHRUL POV

ah bosan kalau lagi nunggu seseorang begini. mati rasa saat ga ada sesuatu yang bisa dilakukan. sedari tadi aku menunggu kak Akhril ditempat parkiran ini. ia tadi katanya ada yang guru mapel ingin sampaikan padanya. maklum, ia ternyata ketua kelas dikelasku. sebenarnya ia pergi baru sekitar 5 menit aja, tapi menurutku itu udah lama. soal kak Nita, ia udah dijemput pacarnya sekitar 4 menit yang lalu. jadi aku hanya tinggal sendirian di tempat parkir ini. untuk itu, aku mengusir rasa bosan dgn berautis ria di smartfren kesayanganku. ber-facebookkan!! ternyata tak ada hal yang menarik. hanya ada beberapa pemberitahuan ga jelas dan 8 permintaan pertemanan oleh orang yg tak kukenali. 8 permintaan pertemanan itu semuanya kuhapus. tapi tenang aja, mereka telah menjadi followers-ku. followersku udah mencapai 1156 orang. banyak bukan? hm,,, aku menggunakan umur palsu di fbku. hanya berselisih 4 tahun dgn umur asliku yaitu 16. semuanya pemberitahuan dan 8 permintaan pertemanan kuhapus. lalu aku menulis sebuah status sesuai yang kurasakan. BOSAN aku lalu keluar dari facebook dan memutar lagu di smartfrenku melalui earphone yang kusumbatkan ke lubang telinga. "hai!! udah lama nunggunya?." baru aja lagunya didengar, seseorang yang ternyata orang yang kutunggu tunggu akhirnya nongol juga. "jelas lama lah kak, emang ada urusan apa dgn guru mapelnya?" "biasa,, hanya menitipkan tugas kepadaku karena besok gurunya ga hadir disekolah." "oh gitu, yaudah kak. pulang aja. ngantuk nih." "ok..." ia mengeluarkan kunci motor dari saku belakang celananya kemudian dipasangnya kunci itu dan menghidupkan motor kesayangannya itu. "ok, naik aja." ajaknya. aku dengan cepat naik ke sadel belakang yang agak nungging. mau tak mau badan kita akan bertempelan. biar lebih aman, ia menyodorkan sebuah helm padaku. aku menerimanya. "pegangan yang kuat ya?" katanya kemudian. aku memeluknya erat. aku sudah tau maksudnya, pasti ia akan melajukan motornya dgn kencang seperti tadi pagi saat berangkat ke sekolah.
seperti yang barusan ku katakan, ia menarik gas motor dgn cepat membuat motornya ikut melaju dgn cepat. baru seperempat perjalanan, ia memperlambat laju motornya sebab jalananan agak sedikit macet. aku ga masalah, malah senang senang aja. senang sekali malah!! biar aku bisa lama lama memeluk pinggangnya dan mencium wangi badannya. ### soreh ini, aku diajak mamaku kerumah kak Akhril. mamaku juga ingin 'arisan' dgn ibunya kak Akhril untuk sekedar ngobrol ngobrol melepas kerinduan. baru aja mamaku mau ketuk daun pintu rumahnya kak Akhril, pintu tiba tiba terbuka. muncul sosok perempuan yang kuketahui adalah ibu dari kak Akhril. pucuk dicinta ulampun tiba. kalian tau apa jadinya jika sepasang sahabat perempuan bertemu setelah berpisah sekian lama?? yep! betul sekali!! ributnya selangit!! "eh jeng Karti. apa kabar? udah lama ga berjumpa?" tanya ibunya kak Akhril bertubi tubi. kemudian pipi mereka ditempelin kiri dan kanan secara bergantian. aku ga tau namanya itu. pokoknya itu biasa dipakai ibu ibu jika ada pertemuan. "eh ada nak Fakhrul, masuk aja. Akhril ada dikamar." akhirnya ibu Yasmin, ibunya kak Akhril sadar atas kehadiranku. ia langsung mempersilahkanku untuk masuk aja menemui kak Akhril yang berada dikamarnya. aku menurutinya. setelah itu, aku sudah tidak tau apa yang dibicarakan oleh kedua orang tua itu. biarlah mereka melepas kerinduan. 'tok... tok... tok...' aku mengetuk pintu kamarnya kak Akhril. sekitar 15 detik kemudian pintu dibuka dan munculah sosok orang yang dimaksud. "eh Fakhrul, masuk aja Rul." kata kak Akhril sambil tersenyum. ia kemudian berbalik dan mengambil sebuah handuk mandi. aku masuk kekamarnya yang terbilang rapi lalu menutup pintu kamar. aku makin meneliti secara rinci keadaan kamar ini. disudut kamar sebelah kiri terletak seperangkat komputer lengkap dgn hardwarenya. dibagian sebelah utara terletak televisi berlayar besar dan komponen komponen PS (Play Station) lengkap dgn puluhan CD gamenya yang berjejeran rapi. masih banyak barang barang elektronik lainnya didalam kamarnya.

Cinta Yang Terlambat | halaman 11

<=baca dari awal
bukankah manusia berhak mendapatkan kebahagian? dan bukankah cinta itu universal? soal dosa, apa kalian yang menanggung dosaku? tidak!! aku berhak mendapat kebahagian, aku berhak mendapatkan cinta. dosaku adalah tanggunganku. bukan tanggungan kalian yang jijik padaku. benar bukan?
aku jatuh cinta pada kak Akhril sejak pertama melihatnya di teras kios pada waktu hujan. apa aku salah??
kalian pasti bertanya tanya. mengapa aku mudah sekali pingsan. sebenarnya aku punya penyakit berbahaya. jangan katakan sama kedua sahabatku ya? mereka akan sedih. biarlah aku menanggungnya sendiri.
sebenarnya ini adalah penyakit turunan dari ayahku. KANGKER PARU PARU!! kangkerku ini udah mulai memasuki stadium 3. kangker ini menyusahkanku untuk beraktivitas. sedikit aja aku bisa pingsan. seperti sekarang ini. mungkin nyawaku tak akan panjang lagi. tapi aku akan menyembunyikan penyakit ini dari teman temanku. soal kedua orang tuaku tak usah dikhawatirkan lagi. mereka yang pertama kali mengetahuinya setelah dokter saat aku disuruh periksa penyakit dirumah sakit. awalnya hanya sakit biasa disekitar dada, tapi setelah diteliti oleh dokter, ternyata itu adalah sebuah kangker. turunan genetika dari ayahku. ayahku?? untungnya ia berhasil hidup setelah menjalani kemotherapy dan pengangkatan kangker. sekarang ia sedang bekerja dikantornya. aku tak tau nama perusahaannya. yang jelas bahasa tulisannya asing ditelingaku. mungkin itu bahasa Jerman dan pastinya perusahaan investor asing.
"untungnya kau telah sadar."
aku tersadar dari lamunanku oleh perkataan seseorang. orang itu adalah Nita. ia tersenyum kearahku. aku membalasnya.
"kami tadi mengkhawatirkanmu." lanjutnya.
"Akhril, Fakhrul udah sadar." katanya lagi kepada Akhril sambil menepuk pundaknya Akhril. tak perlu lama, Akril tersadar. ia kelihatan terkejut dan gembira.
"Syukrlah. kau udah sadar."
ia lalu menyentuh keningku dgn punggung tangan kanannya.
"panasnya juga tlah hilang." lanjutnya.
"kau udah tak apa apa?" tanyanya lagi.
"aku tak apa apa kok. tinggal pening aja."
"kalau begitu kau perlu istirahat lagi." "tak apa apa kok. aku udah terasa baikan. lagian ini hanya pening biasa." yakinku padanya. ia akhirnya mengangguk walaupun ada keraguan dari wajahnya. tapi ia tetap membangunkanku berdiri secara perlahan. "kalau ga mampu mending istirahat aja." timpal kak Nita. aku tersenyum. mereka sangat perhatian padaku. "aku bisa kok. yuk kita kekelas. pasti pelajarannya udah sedaritadi dimulai." mereka berdua akhirnya mengangguk serempak. kemudian kami segera pergi kekelas meninggalkan beberapa orang yang masih tak sadarkan diri
###