<=baca dari awal
"ah mama... itukan udah lama. tak usah diumbar umbarkan. malu nih."
Fakhrul menatapku sambil tersenyum geli karena tingkahku.
"betulkah itu tante?"
"betul. 3 hari setelah kepergian nak Fakhrul, Akhril kalau tidur selalu menyebut nyebut namamu."
"mah, udah dong. malu nih."
Fakhrul makin tersenyum geli menatapku. aku jadi salting sendiri.
"ma,, sarapan aja. ga usah bongkar masa lalu."
aku mengelak dari suasana yang akan menimpaku. kalau udah begini ibuku memang 'berbahaya'.
tapi untungnya ibuku menggubrisnya dgn baik.
"yaudah, daripada Akhril jadi malu, mending kita sarapan aja." ajak mamaku.
"mah!!"
Fakhrul cekikikan menatapku karena ulah ibuku. kemudian ia mengambil tempat duduk disamping kanan ibuku menghadapku yang berada disamping kiri ibuku. kami makan dengan khidmat tak ada percakapan sepatah katapun. hanya detingan suara garpu dan sendok yang mengenai piring yang terdengar.
"oh ya! besok tahun ajaran baru. nak Fakhrul mau sekolah dimana?" tanya ibuku setelah kami selesai sarapan.
"ambil sekolah sama dengan Akhril aja."
"bagus kalau begitu. ntar kalau pergi dan pulang sekolah bisa bersama sama."
"iya tante."
"soal nak Fakhrul yang pingsan tiba tiba. apa penyebabnya?"
"mungkin kecapean dan kedinginan diwaktu hujan itu tante."
ah, aku melihat raut kegetiran dan kebohongan diwajahnya. tapi apa mungkin hanya perasaanku aja. ah, biarlah.
"oh yaudah. tante kekamar dulu ya?"
"iya tante."
kemudian ibuku berlalu meninggalkan kami. tersisa tinggal aku dan Fakhrul.
"apa aku bisa pulang sekarang?." tanyanya.
hampir aja lupa!! aku kan udah berjanji?
"oh yaudah. aku mau ikut denganmu sekalian mau tau dimana tempat tingalmu?."
"ok, ayo. ntar ku kenalin kamu sama mamaku"
"pasti mamamu mengenalku."
"kalau begitu, lets go!"
###
baca selanjutnya=>
Tidak ada komentar:
Posting Komentar