Selasa, 29 Juli 2014

Cinta Yang Terlambat | halaman 12

<=baca dari awal

FAKHRUL POV

ah bosan kalau lagi nunggu seseorang begini. mati rasa saat ga ada sesuatu yang bisa dilakukan. sedari tadi aku menunggu kak Akhril ditempat parkiran ini. ia tadi katanya ada yang guru mapel ingin sampaikan padanya. maklum, ia ternyata ketua kelas dikelasku. sebenarnya ia pergi baru sekitar 5 menit aja, tapi menurutku itu udah lama. soal kak Nita, ia udah dijemput pacarnya sekitar 4 menit yang lalu. jadi aku hanya tinggal sendirian di tempat parkir ini. untuk itu, aku mengusir rasa bosan dgn berautis ria di smartfren kesayanganku. ber-facebookkan!! ternyata tak ada hal yang menarik. hanya ada beberapa pemberitahuan ga jelas dan 8 permintaan pertemanan oleh orang yg tak kukenali. 8 permintaan pertemanan itu semuanya kuhapus. tapi tenang aja, mereka telah menjadi followers-ku. followersku udah mencapai 1156 orang. banyak bukan? hm,,, aku menggunakan umur palsu di fbku. hanya berselisih 4 tahun dgn umur asliku yaitu 16. semuanya pemberitahuan dan 8 permintaan pertemanan kuhapus. lalu aku menulis sebuah status sesuai yang kurasakan. BOSAN aku lalu keluar dari facebook dan memutar lagu di smartfrenku melalui earphone yang kusumbatkan ke lubang telinga. "hai!! udah lama nunggunya?." baru aja lagunya didengar, seseorang yang ternyata orang yang kutunggu tunggu akhirnya nongol juga. "jelas lama lah kak, emang ada urusan apa dgn guru mapelnya?" "biasa,, hanya menitipkan tugas kepadaku karena besok gurunya ga hadir disekolah." "oh gitu, yaudah kak. pulang aja. ngantuk nih." "ok..." ia mengeluarkan kunci motor dari saku belakang celananya kemudian dipasangnya kunci itu dan menghidupkan motor kesayangannya itu. "ok, naik aja." ajaknya. aku dengan cepat naik ke sadel belakang yang agak nungging. mau tak mau badan kita akan bertempelan. biar lebih aman, ia menyodorkan sebuah helm padaku. aku menerimanya. "pegangan yang kuat ya?" katanya kemudian. aku memeluknya erat. aku sudah tau maksudnya, pasti ia akan melajukan motornya dgn kencang seperti tadi pagi saat berangkat ke sekolah.
seperti yang barusan ku katakan, ia menarik gas motor dgn cepat membuat motornya ikut melaju dgn cepat. baru seperempat perjalanan, ia memperlambat laju motornya sebab jalananan agak sedikit macet. aku ga masalah, malah senang senang aja. senang sekali malah!! biar aku bisa lama lama memeluk pinggangnya dan mencium wangi badannya. ### soreh ini, aku diajak mamaku kerumah kak Akhril. mamaku juga ingin 'arisan' dgn ibunya kak Akhril untuk sekedar ngobrol ngobrol melepas kerinduan. baru aja mamaku mau ketuk daun pintu rumahnya kak Akhril, pintu tiba tiba terbuka. muncul sosok perempuan yang kuketahui adalah ibu dari kak Akhril. pucuk dicinta ulampun tiba. kalian tau apa jadinya jika sepasang sahabat perempuan bertemu setelah berpisah sekian lama?? yep! betul sekali!! ributnya selangit!! "eh jeng Karti. apa kabar? udah lama ga berjumpa?" tanya ibunya kak Akhril bertubi tubi. kemudian pipi mereka ditempelin kiri dan kanan secara bergantian. aku ga tau namanya itu. pokoknya itu biasa dipakai ibu ibu jika ada pertemuan. "eh ada nak Fakhrul, masuk aja. Akhril ada dikamar." akhirnya ibu Yasmin, ibunya kak Akhril sadar atas kehadiranku. ia langsung mempersilahkanku untuk masuk aja menemui kak Akhril yang berada dikamarnya. aku menurutinya. setelah itu, aku sudah tidak tau apa yang dibicarakan oleh kedua orang tua itu. biarlah mereka melepas kerinduan. 'tok... tok... tok...' aku mengetuk pintu kamarnya kak Akhril. sekitar 15 detik kemudian pintu dibuka dan munculah sosok orang yang dimaksud. "eh Fakhrul, masuk aja Rul." kata kak Akhril sambil tersenyum. ia kemudian berbalik dan mengambil sebuah handuk mandi. aku masuk kekamarnya yang terbilang rapi lalu menutup pintu kamar. aku makin meneliti secara rinci keadaan kamar ini. disudut kamar sebelah kiri terletak seperangkat komputer lengkap dgn hardwarenya. dibagian sebelah utara terletak televisi berlayar besar dan komponen komponen PS (Play Station) lengkap dgn puluhan CD gamenya yang berjejeran rapi. masih banyak barang barang elektronik lainnya didalam kamarnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar