Selasa, 29 Juli 2014

Romance Room | Bagian B

<=baca dari awal

"cintamupun seperti mariyuana dan heroin buatku sehingga aku akan selalu candu padamu." lanjutnya.



lagi, wajah Reikhal kembali bersemu merah.



"apakah kau pernah meragukan cintaku??" tanya Askha.



Reikhal menarik nafas dalam dalam lalu menghembuskannya secara perlahan.



"yah kuakui. aku sedikit ragu terhadap cintamu itu." ungkap Reikhal.



"kenapa??"



"aku takut kau akan berpaling pada orang lain lalu meninggalkanku."



"cuma itu?"



"jika kau perpaling pada wanita, aku akan sedikit ikhlas melepasmu. tapi jika kau berpaling pada lelaki lain, aku tak akan rela."



Askha tersenyum setelah mendengar kekhawatiran yang disampaikan oleh kekasihnya.



"selain itu, aku juga sangat takut jika kau meninggalkanku sendiri didunia ini." lanjut Reikhal.



"yakinlah. aku tak akan berpaling pada wanita atau pria lain. kamu sudah cukup buatku. kamu adalah cinta pertama sekaligus cinta terakhirku."



"bagaimana jika hal itu terjadi??"



"entahlah. aku tak tau harus apa nanti."



"berarti kau akan meninggalkanku."



"hei... apakah kau ingin agar itu terjadi??"



"tidak. memikirkannya saja aku sudah tak mampu."



"berarti, berhentilah memikirkannya."



Askha memegang kedua tangan Reikhal lalu mengecupnya.



Askha lalu meletakan punggung tangannya pada dahi kekasihnya memeriksa keadaan demamnya. ternyata masih tetap sama. panas. tapi ini sudah mendingan.



Askha berinisiatif bangkit dari perbaringannya namun baru sekali gerakan, tanggannya sudah di pegang oleh kekasihnya.



"kau mau kemana?" tanya Reikhal saat melihat Askha akan beranjak bangkit.



"aku ingin keluar sedikit."



"kemana?"



"kewarung makan sebentar."



"buat apa?"



"aku ingin membelikanmu makanan."



"tak usah."



"kenapa? apakah kau tak lapar?"



"tidak. bukannya jam 5 tadi kau membelikanku banyak sekali makanan?? aku masih kenyang."



"baiklah."



Askha kemudian memberhentikan inisiatifnya itu. Dia kembali berbaring menghadap kekasihnya.



"jika aku mati, apa yang akan kau lakukan?" tanya Reikhal.



untuk yang kesekian kalinya, Askha menghela nafas panjang.

baca selanjutnya=>

Tidak ada komentar:

Posting Komentar