Romance Room
(Oneshoot)
By: RIFAL MAULANA RAMADHAN [add me]
Hari mulai gelap. sudah pukul 17.25 waktu setempat. sebentar lagi hewan malam akan terbangun memamerkan wujudnya dengan bangga. begitupun malam yang seolah olah memamerkan kearoganan gelap gulitanya.
Disebuah kamar, ada dua orang pemuda sedang tergeletak di satu tempat perbaringan. mereka berdua menatap langit langit kamar yang bercat putih seperti ada sebuah gambar yang berasal dari proyektor yang menayangkan suatu film. ah atau mungkin pikiran mereka bukan tertuju disitu melainkan menghayal bebas dan menerawang dimensi dunia lain. tak ada yang berani angkat bicara duluan. sunyi dan hening merajalela ruangan ini.
Reikhal dan Askha, merekalah kedua pemuda itu.
Askha lalu memutarkan tubuhnya 90 derajat menghadap wajah imut kekasihnya.
Dia lalu membelai wajah Reikhal dengan lembut dan perlahan kemudian tersenyum mesrah.
"ada apa denganmu? mengapa kamu tersenyum??" tanya Reikhal.
"aku kagum padamu."
"maksudmu?" tanya Reikhal dengan kedua alis terangkat. bingung.
"kamu sakit hanya karena bela belain aku. Aku kan tidak menyuruhmu ikut tapi kamu tetap ikut. kamu tetap bersikeras ikut denganku untuk nonton sepakbola. padahal itu kan olahraga yang sangat kau benci. aku kagum padamu." jelas Askha.
"terima kasih."
"sebesar itukah cintamu padaku?"
"jika kamu bertanya tentang itu, maka aku tak akan bisa dan tak akan pernah menjawabnya."
"kenapa??"
"karena aku tak bisa menghitung besarnya cintaku padamu."
wajah Reikhal langsung merah merona sehabis mengucapkan kalimat seromantis itu. sedangkan Askha hanya tersenyum gemas dan mencium pipi kekasihnya itu.
"bisakah kau jangan terlalu sering menciumku??"
"kenapa?? kau tak suka??"
"bukan itu. aku takut kau akan bosan."
Askha tersenyum pengertian kearah kekasihnya. dia kembali mencium pipi kekasihnya itu.
"itu tak akan pernah terjadi."
"kenapa??"
"entahlah. wajahmu itu mungkin adalah magnet buatku. bisa menarik siapa saja yang melihatnya." potongnya.
baca selanjutnya=>
Tidak ada komentar:
Posting Komentar