<=baca dari awal
sebuah mobil berhenti tepat didepan toko dimana aku berusaha membangunkan pemuda yang tiba tiba pingsan. ah itu adalah mobilku.
"den, ini siapa?" tanya sopir pribadiku setelah turun dan melihat pemandangan ini.
"cepat bantu saya mengangkat tubuh orang ini."
aku dan sopirku yang bernama pak Jojon langsung mengangkat pemuda ini kedalam mobilku. rupanya pak jojon mengerti dengan keadaan ini. selama perjalanan ia diam dan fokus menyetir. sesampainya didalam rumah, aku dan pak jojon membawanya kedalam kamarku lalu dengan cekatan melepaskan pakaian basah yang dikenakannya lalu digantikan dengan pakaianku yang kelihatannya agak longgar ditubuhnya.
'tok tok tok'
"masuk aja Bi Sumi dan bawa kemari air hangatnya."
bi Sumi mendekat kearahku lalu menyerahkan mangkok yang berisi air panas kearahku.
"bi,, kompres dulu orang ini ya? saya mau ganti pakaian dulu."
"baik den."
aku meninggalkan bibikku itu sedang mengompres pemuda yang terbaring lemah diranjangku lalu menuju ke kamar kecil or toilet pribadi yang berada tepat bersampingan dengan kamarku.
"gimana keadaanya bi?" tanyaku setelah keluar dari kamar kecil sehabis ganti pakaian.
"ia belum sadar den."
"oh yaudah. bibik boleh keluar. biar saya yang mengompresnya."
"baik den..."
kemudian bik Sum keluar dari kamarku dan melanjutkan pekerjaan lainnya.
aku memperhatikan wajah orang yang berada dihadapanku. sangat manis dan imut untuk wajah seorang cowok. dgn modal wajah begini, parti banyak cewe yang suka samanya.
setelah mengompres, aku kemudian keluar mengantarkan baskom ini keruang dapur.
###
"aku tidur dimana ya?" pikirku setelah melihat pemuda tersebut tidur dgn nyamannya diranjangku.
"ah, mending seranjang aja. sama sama cowok kan?" lanjutku yang kemudian langsung ikut rebahan disampingnya.
tiba tiba ia berbalik tidur menghadapku. bersamaan dengan itu, ia makin merapatkan badannya ke tubuhku dan dalam keadaan tak sadarkan diri ia memelukku menjadikanku bantal peluk.
baca selanjutnya=>
Tidak ada komentar:
Posting Komentar