<=baca dari awal
ia kemudian menatap pakaiannya yang telah basah kuyup lalu menghembuskan nafas jengkel.
'andai aku membawa mobilku' pikirnya. penyesalan memang datang pada akhirnya. dalam keadaan basah kuyup, menyebabkan dirinya menggigil kecil lalu menggesek gesekkan kedua telapak tangannya untuk mencari kehangatan.
"ah iya!! aku 'kan membawa jaket dan jas hujan." katanya dengan ekspresi senangnya.
ah ternyata memang benar, ia lupa kalau dirinya membawa kedua barang itu didalam tasnya.
"hacchi!!"
seseorang bersin dengan kerasnya mengalahkan deru bising air hujan yang mengenai seng rumah.
AKHRIL POV
"hacchi!!"
seseorang bersin dengan kerasnya. aku tersadar dari aktivitas menggesek gesekkan kedua telapak tanganku seraya mencari tahu asal dan siapa gerangan pemilik suara bersin itu.
aku tersadar ternyata bukan hanya aku aja yang berteduh disini. aku lalu mendekat kepemilik suara itu dan mengamati wajahnya. tapi aku tak bisa melihat dengan jelas karena ia duduk sambil memeluk lututnya bersandar didinding toko. tanpa ragu aku mensejajarkan badanku untuk melihat wajahnya. seketika aku terkejut melihat wajah dan bibirnya yang sangat pucat pasi. ia melirikku kemudian menatap langit yang masih menangis.
"are you ok?" tanyaku khawatir.
"yes. i am fine."
"wajahmu pucat."
"aku ga apa apa kok."
tak apa apa?? pucat begini dibilang ga apa apa? hebat.
"kalau kau tak apa apa, mengapa kau bersin dan menggigil? mana wajahmu pucat lagi."
"tenang aja, aku tak apa apa."
pemuda satu ini memang keras kepala.
aku bangkit berdiri lalu melepaskan jaket yang saat ini kupakai. tanpa persetujuan darinya, aku jongkok dan memasang jaket itu kebadannya yang menggigil. awalnya ia terlihat terkejut namun ia menyembunyikan keterkejutannya itu. tanpa ada perlawanan aku berhasil memakaikan jaketku ke tubuhnya.
ia kemudian tersenyum manis kearahku.
"thanks..." ucapnya.
"you are welcome."
tiba tiba ia ambruk tepat setelah mengucapkan terima kasih itu.
aku sangat panik. aku takut kalau terjadi apa apa dengan orang ini
baca selanjutnya=>
Tidak ada komentar:
Posting Komentar