<=BACA DARI AWAL
Achan was was memperhatikan orang orang disekitarnya. takut jika ada yang melihatnya.
"ada apa?" tanya Ryota
"kau memang ga waras."
"ya,, ya,, ya... aku memang ga waras. itu karena cintamu."
wajah Achan kembali bersemu merah. Ryota kembali mencium pipi kekasihnya itu dengan gemas.
"ah,,, apa kau tak takut dilihat oleh orang banyak?" tanya Achan atas perlakuan Ryota.
"ngapain takut?? bukannya kamu kekasihku?"
"tapi orang lain akan memandang aneh kearah kita."
Ryota menghela nafas secara perlahan setelah mendengar perkataan dari kekasihnya itu.
"aku hanya ingin menunjukkan pada mereka dan pada dunia bahwa cinta kita adalah cinta tulus melebihi ketulusan cintanya orang normal. apakah aku salah??"
Achan menggelengkan kepala. wajahnya kembali memerah setelah mendapat kalimat romantis dari Ryota, kekasihnya.
kali ini Achan yang mencium pipi Ryota dengan sedikit rasa canggung.
"kok hanya dipipi aja?" tanya Ryota.
"disini juga dong." lanjutnya.
Ryota menunjuk bibirnya. sudah pasti Dia ingin agar kekasihnya itu juga mencium bibirnya. Achan dengan cepat menggeleng.
"bukannya didalam rumah kau selalu menciumku? apakah kau tak puas jika setiap saat minta dicium?" tanya Achan.
"aku tak akan dan tak pernah puas."
"mengapa?"
"entahlah, mungkin karena cintamu itu."
"kenapa dengan cintaku?" tanya Achan.
"cintamu itu sangatlah tulus untukku. aku akan selalu mabuk jika menyelami cintamu."
"kau memang gombal."
Achan tersenyum setelah mendengar kalimat gombal dari kekasihnya.
"itu bukanlah gombalan semata. itu memang apa adanya. kau dan cintamu itu adalah candu untukku membuatku tak berpaling darimu."
Ryota kembali mempererat lilitan tangannya. Dia lalu meletakan dagunya dipundak kekasihnya. Ryota mencium tengkuk kekasihnya menghirup wangi seperti bayi disana. sedangkan Achan hanya tersenyum mengetahui tingkah manja dari kekasihnya.
"aku ingin bertanya padamu."
"apa itu Ryota."
Ryota menarik nafas secara perlahan lalu menghembuskannya.
"cinta kita sudah berlangsung selama 6 tahun lebih."
baca selanjutnya =>
Tidak ada komentar:
Posting Komentar